Budayakan Kesehatan dan Keselamatan (K3) dengan PHBS di Tempat Kerja!



Perilaku hidup bersih dan sehat atau di singkat PHBS merupakan langkah yang harus dilakukan untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal bagi setiap orang. Kondisi sehat tidak serta merta terjadi, tetapi haus senantiasa kita upayakan dari tidak sehat serta menciptakan linkungan yang sehat. Upaya ini harus dimulai dari menanamkan pola pikir sehat yang menjadi tanggung jawab kita kepada masyarakat. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya sebagai satu investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif.
Dalam mengupayakan perilaku ini, dibutuhkan komitmen bersama-sama saling mendukung dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya keluarga sehingga pembangunan kesehatan dapat tercapai maksimal.
Bekerja dengan tubuh dan lingkungan yang sehat merupakan hal yg diinginkan dan menjadi hak asasi setiap pekerja, karena itu menjadi kewajiban semua pihak untuk ikut memelihara, menjaga dan mempertahankan kesehatan pekerja agar tetap sehat dan produktif dengan melaksanakan pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tempat kerja. Beberapa faktor penyebab yang mempengaruhi kesehatan akan dapat dikontrol bila setiap pekerja selalu berperilaku hidup bersih dan sehat dan bekerja dilingkungan yang sehat.
PHBS di tempat kerja adalah upaya untuk memberdayakan para pekerja agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam mewujudkan tempat kerja sehat.



Tujuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Tempat Kerja
Ø  Mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat di tempat kerja.
Ø  Meningkatkan produktivitas kerja.
Ø  Menciptakan lingkungan kerja yang sehat.
Ø  Menurunkan angka absensi tenaga kerja.
Ø  Menurunkan   angka   penyakit   akibat   kerja   dan lingkungan kerja.
Ø  Memberikan dampak yang positif terhadap lingkungan kerja dan masyarakat.

Indikator PHBS di tempat kerja
Semua PHBS diharapkan dilakukan di tempat kerja. Namun demikian, tempat kerja telah masuk kategori Tempat Kerja Sehat, bila masyarakat pekerja di tempat kerja :
1.      Tidak merokok di tempat kerja
2.      Membeli dan mengkonsumsi makanan dari tempat kerja.
3.      Melakukan olahraga secara teratur/aktivitas fisik
4.      Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebelum makan dan sesudah buang air besar dan buang air kecil
5.      Memberantas jentik nyamuk di tempat kerja.
6.      Menggunakan air bersih.
7.      Menggunakan jamban saat buang air kecil dan besar.
8.      Membuang sampah pada tempatnya. 
9.      Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai jenis pekerjaan.




Manfaat PHBS di Tempat Kerja
1.      Bagi Pekerja
      a.   Setiap pekerja meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit.
      b.   Produktivitas pekerja meningkat yang berdampak pada peningkatan penghasilan pekerja dan
            ekonomi keluarga.
      c.   Pengeluaran biaya rumah tangga hanya ditujukan untuk peningkatan taraf hidup bukan untuk 
            biaya pengobatan.

     2.      Bagi Masyarakat
           a.   Tetap mempunyai lingkungan yang sehat walaupun berada di sekitar tempat kerja.
                      b.   Dapat mencontoh perilaku hidup bersih dan sehat yang diterapkan oleh tempat kerja setempat.

     3.      Bagi  Tempat Kerja
           a.   Meningkatnya produktivitas kerja pekerja yang berdampak positif terhadap pencapaian target
                 dan tujuan.
           b.   Menurunnya biaya kesehatan yang harus dikeluarkan.
           c.   Meningkatnya citra tempat kerja yang positif.

      4.      Bagi Pemeinerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota
            a.   Peningkatan Tempat Kerja Sehat menunjukkan kinerja dan citra pemerintah provinsi dan
                  kabupaten/kota yang baik.
            b.   Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dapat dialihkan untuk peningkatan kesehatan bukan
                  untuk menanggulangi masalah kesehatan.
            c.   Dapat dijadikan pusat pembelajaran bagi daerah lain dalam pembinaan PHBS.
            d.   Adanya bimbingan teknis pelaksanaan pembinaan PHBS di Tempat Kerja.
            e.   Dukungan buku panduan dan media promosi

Langkah-Langkah Pembinaan PHBS di Tempat Kerja
1.       Analisis Situasi
Pimpinan di Tempat Kerja melakukan pengkajian ulang tentang ada tidaknya komitmen dan kebijakan tentang pembinaan PHBS di Tempat Kerja serta bagaimana sikap dan perilaku pekerja terhadap kebijakan tersebut. Kajian ini untuk memperoleh data sebagai dasar membuat kebijakan.

2.       Pembentukan Kelompok Kerja
      Penyusunan Kebijakan PHBS di Tempat Kerja.
      Pihak  Pimpinan  Tempat  Kerja  mengajak bicara/berdialog pekerja dan serikat pekerja tentang :
      1.    Maksud, tujuan dan manfaat penerapan PHBS di Tempat Kerja.
      2.    Rencana kebijakan tentang penerapan PHBS di Tempat Kerja.
      3.    Penerapan PHBS di Tempat Kerja berserta antisi-pasi kendala dan solusinya.
      4.    Menetapkan penanggung jawab PHBS di Tempat Kerja dan mekanisme pengawasannya.
      5.    Cara sosialisasi yang efektif bagi masyarakat pekerja.
      6.    Kemudian pimpinan membentuk Kelompok Kerja Penyusunan Kebijakan PHBS di Tempat Kerja.

3.       Pembuatan Kebijakan PHBS di tempat kerja
     Kelompok Kerja membuat kebijakan yang jelas, tujuan dan cara melaksanakannya.

4.       Penyiapan Infrastruktur
a.       Membuat surat keputusan tentang penanggung jawab dan pengawas PHBS di Tempat Kerja.
Instrumen Pengawasan.
b.      Materi sosialisasi penerapan PHBS di Tempat Kerja.
c.       Pembuatan dan penempatan pesan-pesan PHBS di tempat-tempat yang strategis di
d.      tempat kerja.
e.       Mekanisme dan saluran pesan PHBS di Tempat Kerja.
f.        Pelatihan bagi pengelola PHBS di Tempat Kerja.

5.       Sosialisasi Penerapan PHBS di tempat kerja
a.       Sosialisasi penerapan PHBS di Tempat Kerja dan lingkungan internal.
b.      Sosialisasi tugas dan penanggung jawab PHBS di Tempat Kerja.

6.       Penerapan PHBS di tempat kerja
1.     Penyampaian pesan PHBS di Tempat Kerja kepada pekerja seperti melalui penyuluhan kelompok, media poster, stiker, papan pengumuman, dan selebaran.
2.    Penyediaan sarana dan prasarana PHBS di Tempat Kerja seperti air bersih, jamban sehat, tempat sampah, tempat cuci tangan, sarana olahraga, kantin sehat.
3.       Pelaksanaan pengawasan PHBS di Tempat Kerja.

7.       Pengawasan dan Penerapan Sanksi
Pengawas PHBS di Tempat Kerja mencatat pelanggaran dan menerapkan sanksi sesuai peraturan yang telah ditetapkan oleh tempat kerja atau daerah setempat.

8.       Pemantauan dan Evaluasi
1.     Lakukan pemantauan dan evaluasi secara periodik tentang kebijakan yang telah dilaksanakan.
2.     Lakukan kajian terhadap masalah yang ditemukan dan putuskan apakah perlu penyesuaian terhadap kebijakan.

      Dukungan Untuk Pembinaan PHBS di Tempat Kerja
Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota :
1.    Mengeluarkan kebijakan tentang Pembinaan PHBS di Tempat Kerja berupa peraturan/surat edaran/ instruksi/himbauan maupun dukungan dana.
2.    Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan pembinaan PHBS di Tempat Kerja di wilayah kerjanya.

Pimpinan Tempat Kerja :
1.    Mengeluarkan kebijakan untuk melaksanakan pembi¬naan PHBS di Tempat Kerja.
2.    Menyediakan sarana untuk penerapan PHBS di Tempat kerja seperti : sarana olahraga, kantin sehat, penyediaan air bersih, jamban sehat, tempat cuci tangan, tempat sampah, Alat Pelindung Diri (APD) media promosi dan lain-lain.


PROMOSI KESEHATAN TEMPAT KERJA
Di Desa Karangmangu 
Kec. Kramatmulya Kab. Kuningan


     


Komentar